Thursday, 21 January 2010

Upcoming Events





Sejak Gereja perdana, bunga kerap kali digunakan sebagai lambang (simbol) Perawan Maria; hal ini diyakini meneruskan perumpamaan yang digambarkan dalam Kitab Suci Perjanjian Lama, misalnya: “Bahwa akulah bunga mawar dari Sharon dan bunga bakung dari lembah (Kidung Agung 2:1). Pada zaman Gereja perdana juga diyakini bahwa setelah Maria diangkat ke surga, bunga mawar (rose) dan bunga bakung (lily) ditemukan di dalam makamnya.
 
Gambaran yang lebih jelas mengenai bunga sebagai simbol Perawan Maria pertama-tama dicatat oleh St. Beda pada abad VIII, yang menunjukan bunga bakung berwarna putih sebagai simbol tubuh Maria diangkat ke surga dan kepala putik berwarna keemasan sebagai simbol kecemerlangan, kemuliaan dan keagungan jiwa Maria. Pada abad XII, oleh St. Bernardus lebih banyak lagi bunga yang digunakan sebagai simbol Perawan Maria: bunga mawar untuk kebaikan-kemurahan hatinya; bunga bakung untuk kemurnian-kesucian dan kesederhanaannya; bunga lembayung (violet) untuk kerendahan hatinya, dan gillyflower emas untuk kebahagiaannya.

Bunga sebagai simbol Perawan Maria kemudian digambarkan dalam berbagai rupa, salah satunya dalam bentuk musik. Banyak komposer menggubah nyanyian, yang teksnya berasal dari tulisan yang berisi bunga sebagai simbol Perawan Maria. Turut memeriahkan Bulan Maria kali ini, Cappella Victoria Jakarta akan mempersembahkan dalam sebuah konser musik liturgis, sejumlah nyanyian polifoni suci dari akhir abad XVI (jaman late renaissance), yang bertema Perawan Maria, secara khusus melalui simbol bunga-bunga yang melambangkan keelokan pribadinya. Sebagai persembahan utama adalah Motet dan Missa “Vidi Speciosam” karya komposer dari Spanish School : Tomas Luis de Victoria.
 
Motet & Missa “Vidi speciosam”

Vidi speciosam merupakan teks liturgis yang bersumber dari kitab Kidung Agung (Latin: Canticum Canticorum; Inggris: The Song of Songs / Canticles), yang mana teks itu mengasosiasikan bunga bakung dari lembah, bunga mawar, dan burung merpati di atas air mengalir, dengan Perawan Maria yang cantik-jelita. Vidi speciosam merupakan Responsoria untuk Ibadat Malam (Matins) pada Hari Raya St. Perawan Maria diangkat ke Surga (15 Agustus).
 
Motet Vidi speciosam a6 karya Victoria digubah dalam dua bagian, yang berbentuk AB:CB (responsoria), dan disusun pada tangga nada (modus) Myxolydian untuk komposisi enam suara (CCATTB). Motet Vidi speciosam a6 gubahan Victoria pertama kali ditemukan dalam sebuah publikasi bertahun 1572; motet ini juga ditemukan di Cappella Sistina (Codex 29).
Pada tahun 1592 Victoria mempublikasikan Missae-Liber Secundus. Termasuk di dalamnya adalah sebuah missa ad imitationem atau missa parodia (parody mass), yang digubah berdasarkan motet Vidi speciosam a6: Missa Vidi Speciosam. Seperti motet tersebut, Missa Vidi Speciosam juga berkomposisi enam suara (CCATTB) dan disusun pada tangga nada (modus) Myxolydian; di dalamnya ditemukan banyak kemiripannya dengan motet tersebut.
 
Tomas Luis de Victoria (1548-1611)
Lahir di Avila (Spanyol) pada tahun 1548, pada usia 10 tahun Victoria menjadi anggota koor anak-anak di Katedral Avila dan mulai belajar kantus Gregorian serta teori kontrapung dan komposisi pada beberapa maestro.
 
Pada tahun 1567, Victoria bergabung dengan Kolese Hermanum di Roma dan belajar pada Giovanni Pierluigi da Palestrina. Setelah merampungkan studinya, pada tahun 1571 Victoria diangkat menjadi pengajar di Kolese Hermanum dan dipilih menjadi direktur musik di Seminari Roma menggantikan Palestrina. Victoria ditabiskan menjadi imam Yesuit pada tahun 1575. Setelah berkarya selama 20 tahun di Italia , Victoria kembali ke Spanyol pada tahun 1587, namun beberapa kali kembali mengunjungi Roma, antara lain untuk menghadiri pemakaman Palestrina dan mempublikasi karya-karyanya.
 
Hampir semua gubahan Victoria berupa musik suci (sacred music), kecuali sebuah missa, yang oleh beberapa peneliti, diyakini digubah berdasarkan sebuah chanson. Victoria menghasilkan karya-karya dengan berbagai ragam suasana. Sebuah penelitian atas sejumlah karya Victoria mengungkapkan bahwa Victoria menyusun karya-karyanya dengan gaya kontrapung yang sangat konservatif, yang sangat memperhatikan koherensi tekstur polifoni, namun tanpa melupakan ekspresi teks nyanyian yang bergerak secara dinamis.
 
Nyanyian Polifoni Suci (Polifonia Sakra)
 
Polifoni suci (sacred polyphony) merupakan sebutan untuk nyanyian gereja yang diciptakan pada jaman renaissance. Umumnya nyanyian polifoni suci berupa misa dan motet, yang biasanya dinyanyikan tanpa iringan alat musik. Nyanyian polifoni suci memiliki lebih dari satu suara – terdiri atas nyanyian pokok dan motif imitasinya – di mana setiap suara secara independen bergerak maju secara horisontal menurut interval (fugal-melismatic); berbeda dengan nyanyian homofon, di mana dalam ritme yang sama semua suara bergerak maju bersama secara vertikal menurut akord (familiar-syllabic).
 
Lazimnya, kombinasi komposisi fugal-familiar disesuaikan dengan pendek-panjangnya teks nyanyian. Tipe komposisi fugal banyak dijumpai dalam nyanyian yang memiliki teks relatif pendek, misalnya Kyrie, Sanctus, dan Agnus Dei; sedangkan tipe komposisi familiar dapat dijumpai pada nyanyian yang memiliki teks relatif panjang, misalnya Glória dan Credo.
 
Nyanyian polifoni suci lazimnya menggunakan nyanyian pokok dari Kantus Gregorian dan Madah Ambrosian, dan disusun pada tangga nada tertentu untuk mengekspresikan suasana nyanyian. Imitasi dekoratif dipasangkan pada nyanyian pokok menggunakan variasi spesies kontrapung. Pada nyanyian polifoni suci sering ditambahkan pula variasi disonan untuk membuat pergerakan makin dinamis. Tekstur musik polifoni suci disusun lebih menyatu; berbeda dengan tekstur musik organum pada jaman medieval, yang dibuat kontras.
 
Cappella Victoria Jakarta
 
Cappella Victoria Jakarta merupakan paduan suara gerejawi yang berbasis di Paroki St. Theresia. Didirikan pada akhir tahun 2005 oleh beberapa anak muda dari Paroki St. Theresia dan sejalan dengan semangat diaspora yang sedang dikembangkan saat itu, Cappella Victoria berkembang hingga kini beranggotakan 36 orang yang berasal dari 18 paroki di Keuskupan Agung Jakarta. Seiring dengan perkembangan itu, Cappella Victoria kemudian berkembang menjadi paduan suara yang menyanyikan polifoni suci, salah satu bentuk nyanyian tradisi Gereja Katolik, khususnya karya Giovanni Pierluigi da Palestrina dan Tomas Luis de Victoria.
 
Sejak tahun 2006, Cappella Victoria menyanyikan polifoni suci secara rutin dalam perayaan ekaristi di Gereja Katolik St. Theresia dan beberapa Gereja Katolik di Jakarta. Melalui sarana nyanyian polifoni suci, yang diyakini dapat menghadirkan suasana sakral, Cappella Victoria ingin turut-serta membantu umat beriman membuka hati bagi Tuhan melalui nyanyian.
 
Untuk memperkenalkan nyanyian polifoni suci sebagai salah satu nyanyian tradisi Gereja Katolik, Cappella Victoria juga telah menyelenggarakan beberapa konser musik liturgis-suci secara rutin sejak tahun 2008, yaitu: “In Memoria Æterna: Sacred Polyphony of Remenbrance” (07 November 2009), “Music written for the Sistine Chapel: Missa Papæ Marceli & Miserere” (25 Juli 2009), serta “Vesperæ Beatæ Mariæ Virginis: Per Mariam ad Jesum” (18 Oktober 2008).
 
Selama lebih dari empat tahun, Cappella Victoria terus mengembangkan repertoar nyanyian polifoni suci hingga kini telah mencapai 60 nyanyian; umumnya merupakan karya dari komposer utama nyanyian tradisi Gereja Katolik, seperti: Palestrina (Missa Papæ Marcelli, Missa pro Defunctis, sejumlah motet), Victoria (Missa Vidi Speciosam, cuplikan Officium Hebdomadæ Sanctæ, sejumlah motet), Allegri (Miserere mei Deus dalam berbagai versi), serta Bartolucci (Missa de Angelis, sejumlah madah).
 
Dengan semboyan “tetap semangat” (adaptasi dari: “estote fortes et pugnate”), Cappella Victoria terus menggiatkan anggotanya untuk turut-serta dalam menghidupkan kegiatan menggereja di komunitas masing-masing, khususnya dalam bidang paduan suara.
 
***
 
O Flower of flowers, Our Lady of the May!
Thou leftest lilies rising from thy tomb:
They shone in stately and serene array,
Immaculate amid death's house of gloom.
Ah, let thy graces be sown in our dark hearts!
We would make our hearts gardens for thy dear care:
Watered from wells of Paradise ,
And sweet with balm winds flowing from the Mercy Seat,
And full of heavenly air:
While music ever in thy praise should play,
O Flower of flowers, our Lady of the May!
 
Lionel Johnson (excerpt from “Our Lady of the May”, a May Poetry)
 
Grass, flowers and clover join in her praises... laughing roses and playing blossoms... blooming hedges... rose blossoms and lily petals... valleys of roses and fields of violets... flowers shining through blooming clover... all praising the Noble Plant of Fruitful Purity.” - Song of Praise to Mary, Gottfried von Strassburg
 
***
 
“Music is not man's invention, but his heritage from the blessed spirits... Music, because instinct with rhythm and harmony, describes the very being of God... Music can affect for good or ill the body as well as the mind... Nowadays, unfortunately, music does often serve depraved ends.” - Tomás Luis de Victoria


Tuesday, 10 November 2009

Important Dates

 ...













07 NOVEMBER 2009: Dalam sebuah konser yang bertajuk In Memoria Aeterna: Sacred Polyphony of Remembrance, Cappella Victoria Jakarta menyanyikan Miserere mei Deus, sebuah karya agung Gregorio Allegri (seorang murid Palestrina), dalam bentuk "metamorfosa" berbagai versi yang pernah dipublikasikan, mulai dari versi Asli, versi Pietro Alfieri, versi Charles Burney, versi Domenico Mustafa, sampai dengan versi Top C dengan abbellimenti.

***












25 JULI 2009: Cappella Victoria Jakarta menyanyikan secara lengkap Missa Papae Marcelli (Kyrie, Gloria, Credo, Sanctus-Benedictus, Agnus Dei I-II), sebuah karya agung Giovanni Pierluigi da Palestrina, dalam sebuah konser yang bertajuk Music written for the Sistine Chapel.

***













24 DECEMBER 2007: Cappella Victoria Jakarta menyanyikan gubahan paling terkenal dari Domenico Bartolucci (seorang komposer yang disebut-sebut sebagai "Palestrina Moderen"), yaitu: Missa de Angelis. Ini menjadi titik tolak Cappella Victoria untuk menyanyikan gubahan-gubahan lainnya dari Bartolucci, yaitu: O sacrum convivium, Adeste fideles, Ubi caritas, O memoriale dan O salutaris Hostia.

***













06 APRIL 2009: Cappella Victoria Jakarta menyanyikan Feria Sexta in Parasceve ad Matutinum, salah satu bagian dari karya agung Tomas Luis de Victoria (seorang komposer yang disebut-sebut sebagai "Palestrina-nya Spanyol"): Officium Hebdomadae Sanctae.

***












25 SEPTEMBER 2005: Cappella Victoria Jakarta didirikan oleh beberapa anak muda dari Paroki St. Theresia (Jakarta) sebagai paduan suara (cappella) yang secara khusus menekuni nyanyian polifoni sakra/suci (sacred polyphony) dari abad XVI, khususnya karya-karya Giovanni Pierluigi da Palestrina dan Tomas Luis de Victoria.


...

Tuesday, 3 November 2009

Masters' Quote


Estote fortes et pugnate ~ Tetap semangat !!!

"The training in singing, to sign in a chorus, is not olny an exercise of external listening and of the voice; it is also training for interior listening, listening with heart, an exercise in training for life and for peace." - Paus Benedictus XVI

*****

“I had a dream, the music of Palestrina and Gregory the Great had come back.” - Maestro Domenico Bartolucci

*****

“Music is not man's invention, but his heritage from the blessed spirits... Music, because instinct with rhythm and harmony, describes the very being of God... Music can affect for good or ill the body as well as the mind... Nowadays, unfortunately, music does often serve depraved ends.” - Tomás Luis de Victoria







Photos



"In Memoria Aeterna: Sacred Music of Remembrance"
The St. Theresia Catholic Church, Jakarta | Saturday, 7th November 2009




Bersama:
- Y.M. Uskup Agung Leopoldo Girelli (Nunzio-Duta Besar Vatikan untuk Indonesia)
- Pater Jozef Forro (Sekretaris Nuzio)
- Mgr. Aloysius Sudarso, S.C.J. (Uskup Agung Palembang)
- Mgr. Hilarius Moa Nurak, S.V.D. (Uskup Pangkal Pinang)
- Mgr. Cosmas Michael Angkur, O.F.M. (Uskup Bogor)
- Mgr. Petrus Boddeng Timang, Pr. (Uskup Banjarmasin)
- Mgr. Agustinus Agus, Pr. (Uskup Sintang)
- Mgr. Silvester Tung Kiem San, Pr. (Uskup Denpasar)
- Mgr. Ludovikus Simanullang, O.F.M.Cap. (Uskup Sibolga)
- Rm. Albertus Hani Rudi Hartoko, SJ (Pastur Kepala Paroki St. Theresia)



Sesi I: Missa pro Defunctis




Sesi II: Psalmus Poenitentialis | Tenerbrae Responsoria | Motecta | Hymnus



Sesi II: Miserere mei Deus (Allegri) dalam kombinasi berbagai versi

*****



Bersama Uskup Agung Jakarta: Julius Kardinal Darmaatmadja SJ, Rm. Albertus Hani Rudi Hartoko SJ (Pastur Kepala Paroki St. THeresia), dan Rm. Lambertus Sugiri van den Heuvel SJ (Pastur Paroki St. Theresia, Jakarta)


*****


"Music written for the Sistine Chapel"
The St. Theresia Catholic Church, Jakarta | Saturday, 25th July 2009



Bersama Nuncio, H.E. Archbishop Leopoldo Girelli, dan Ibunda terkasih, serta Rm. Lambertus Sugiri van den Heuvel SJ (Pastur Kepala Paroki St. Theresia, Jakarta)




Sesi I: Ubi caritas (Bartolucci), Sicut cervus (Paletrina), O sacrum convivium (Bartolucci), dan Miserere mei - the Top C version (Allegri)



Sesi II: Missa Papae Marcelli (Palestrina) - lengkap



Sesi II: Missa Papae Marcelli (Palestrina) - lengkap



Cappella Victoria Jakarta - full team (setelah konser)




Penyerahan bungan untuk wakil dari Cappella Victoria Jakarta


*****

"Vesperae Beatae Mariae Virginis - Per Jesum Ad Mariam"
The St. Theresia Catholic Church, Jakarta | Saturday, 18th Ocotober 2008




Bersama Nuncio, H.E. Archbishop Leopoldo Girelli, Rm. Bernardus Boli Udjan SVD (Sekretaris Eksekutif Komisi Liturgi KWI), dan Schola Iacartensis



Sesi I: Cantica Beatae Virginis




Sesi II: Vesperae Beatae Mariae Virginis




Sesi II: Vesperae Beatae Mariae Virginis


*****

Seri XII Konser Cantate Domino
Katedral St. Maria diangkat ke Surga, Jakarta | Sabtu, 23 Agustus 2009


Sacred Polyphony


Polifoni suci/sakra (sacred polyphony) merupakan sebutan untuk nyanyian gereja yang diciptakan pada jaman renaissance (periode 1450-1600). Umumnya nyanyian polifoni sakra berupa misa (missa) dan motet (motécta), yang biasanya dinyanyikan tanpa iringan alat musik (a cappella). Nyanyian polifoni sakra memiliki lebih dari satu suara (part) – terdiri atas nyanyian pokok (cantus firmus) dan motif imitasinya – di mana setiap suara secara independen bergerak maju secara horisontal menurut interval (“fugal-melismatic”); berbeda dengan nyanyian homofon, di mana dalam ritme yang sama semua suara bergerak maju bersama secara vertikal menurut akord (“familiar-syllabic”).

Nyanyian polifoni sakra lazimnya menggunakan nyanyian pokok (maupun teks) dari nyanyian Gregorian (Gregorian chant), dan disusun menggunakan tangga nada (modus) tertentu (biasanya menyesuaikan dengan tangga nada nyanyian pokoknya) untuk mengekspresikan suasana nyanyian. Imitasi dekoratif dipasangkan pada nyanyian pokok menggunakan variasi spesies kontrapung (counterpoint), dan dapat bergerak sejajar maupun berlawanan terhadap nyanyian pokok. Pada nyanyian polifoni sakra sering ditambahkan pula aksen (accidentals) maupun variasi nada disonan (dissonance) untuk membuat pergerakan setiap suara makin dinamis. Tekstur musik polifoni sakra disusun lebih menyatu (blend) agar kaya harmoni; berbeda dengan tekstur musik organum – nyanyian yang menjadi awal mula lahirnya nyanyian polifoni – pada jaman medieval (periode sebelum 1450), yang dibuat kontras.

Lazimnya, kombinasi komposisi fugal-familiar disesuaikan dengan pendek-panjangnya teks nyanyian. Tipe komposisi fugal banyak dijumpai dalam nyanyian yang memiliki teks relatif pendek, misalnya Kyrie, Sanctus, dan Agnus Dei dari Missa pro Defúnctis (Palestrina); sedangkan tipe komposisi familiar dapat dijumpai pada nyanyian yang memiliki teks relatif panjang, misalnya Dómine Jesu Christe–Hóstias dari Missa pro Defúnctis (Palestrina).

Selain Palestrina dan Vittoria , ada banyak komposer lain yang menciptakan nyanyian polifoni sakra, antara lain: Anerio, Guerrero, Lassus dan Byrd. Mereka termasuk dalam kelompok komposer nyanyian gereja (school) di Roma (Italia), Spanyol, Franco-Flemish dan Inggris. Melalui penggunaan teks dan tangga nada yang seusai, serta variasi teknik kontrapung, mereka menghasilkan banyak nyanyian polifoni sakra yang berbobot. Nyanyian polifoni sakra mencapai puncaknya pada era Palestrina, dan kemudian diteruskan oleh Vittoria (1548-1611).

[HYT4CVJ]



Monday, 2 November 2009

Videos


http://www.youtube.com/user/ijusmanis


Bartolucci: O sacrum convivium (Cappella Victoria Jakarta)
"Music written for the Sistine Chapel"
Saturday, 25th July 2009 | 08.00 p.m. | St. Theresia Catholic Church, Jakarta




Bartolucci: Ubi caritas (Cappella Victoria Jakarta)
"Music written for the Sistine Chapel"
Saturday, 25th July 2009 | 08.00 p.m. | St. Theresia Catholic Church, Jakarta




Palestrina: Sicut cervus (Cappella Victoria Jakarta)
"Music written for the Sistine Chapel"
Saturday, 25th July 2009 | 08.00 p.m. | St. Theresia Catholic Church, Jakarta

Prima Pars:


Secunda Pars:



Allegri: Miserere mei, Deus (Cappella Victoria Jakarta)
"Music written for the Sistine Chapel"
Saturday, 25th July 2009 | 08.00 p.m. | St. Theresia Catholic Church, Jakarta

Verse 01-04 :


Verse 05-08:


Verse 09-12:


Verse 13-16:


Verse 17-19:


Verse 20a-b:



Palestrina: Sanctus-Benedictus - Missa Papae Marcelli (Cappella Victoria Jakarta)
"Music written for the Sistine Chapel"
Saturday, 25th July 2009 | 08.00 p.m. | St. Theresia Catholic Church, Jakarta

Sanctus:


Benedictus:



Palestrina: Agnus Dei - Missa Papae Marcelli (Cappella Victoria Jakarta)
"Music written for the Sistine Chapel"
Saturday, 25th July 2009 | 08.00 p.m. | St. Theresia Catholic Church, Jakarta

Prima Pars:


Secunda Pars:



Palestrina: Alma redemptoris mater (Cappella Victoria Jakarta)
"Music written for the Sistine Chapel"
Saturday, 25th July 2009 | 08.00 p.m. | St. Theresia Catholic Church, Jakarta



...

Links







http://www.facebook.com/group.php?gid=80836510072
or Search Cappella Victoria Jakarta Group
Videos and Photos ("Music written for the Sistine Chapel" and "Per Mariam ad Jesum").






http://www.youtube.com/user/ijusmanis

Videos ("Music written for the Sistine Chapel", "Vesperae Beatae Mariae Virginis", and "Per Mariam ad Jesum".






http://cappellavictoriajkt.multiply.com

Videos, Audios, and Photos ("Music written for the Sistine Chapel", "Vesperae Beatae Mariae Virginis", "The 12th Cantate Domino", "Per Mariam ad Jesum", Christmas Eve, Good Friday, Easter Vigil, Outing, etc.)






cappella_victoria@yahoo.com



Press Quotes


Polifoni Sakra, Kuno tapi Menyejukkan Jiwa
Selasa, 28 Juli 2009 | 21:53 WIB
http://oase.kompas.com/read/xml/2009/07/28/21534923/polifoni.sakra.kuno.tapi.menyejukkan.jiwa
KOMPAS.com — Musik menjadi bagian dalam hidup segenap insan manusia. Berbegai jenis musik disajikan dalam berbagai genre. Genre yang populer di kalangan masyarakat antara lain pop, rock, klasik, R&B, dan masih banyak lagi.

Nyanyian yang satu ini memang tidak terlalu populer dan jarang diminati anak muda zaman sekarang karena keberadaannya yang sudah lama dan dianggap kuno. Namun, bila dinikmati lebih lanjut, nyanyian polifoni sakra (sacred polyphony) dapat membawa suasana hati pendengarnya terhanyut ke dalam suasana yang menyejukkan, tenang, dan damai.

Berbeda dengan orkestra yang hanya menampilkan alunan alat musik saja, nyanyian polifoni sakra malah tidak menggunakan satu alat musik pun. Nyanyian tanpa iringan alat musik (acapella) ini hanya memperdengarkan suara-suara emas yang dipadukan menjadi satu harmonisasi lagu yang indah dengan komposisi beberapa suara.

Polifoni sakra (nyanyian suci) merupakan sebutan untuk nyanyian gereja Katolik yang diciptakan pada Zaman Renaissance (1450-1600). Umumnya nyanyian-nyanyian seperti ini digarap dalam bahasa Latin. Setiap kata-kata dalam nyanyian ini memiliki arti mendalam sehingga membutuhkan konsentrasi khusus untuk dapat lebih menikmatinya. Misalnya "ubi caritas et amor, Deus ibi est" yang berarti "jika ada cinta kasih, hadirlah Tuhan". Nada-nada pilihannya pun menghantarkan setiap pendengar untuk lebih menghayati nyanyian tersebut.

Sesuai dengan namanya, nyanyian polifoni sakra memiliki lebih dari satu suara (part) yang terdiri atas nyanyian pokok (cantus firmus) dan motif imitasinya. Mungkin kita lebih mengenalnya dengan sebutan kanon. Namun, kanon dalam nyanyian polifoni skara sudah melalui tahap gubahan sehingga lebih kaya nada. Pada nyanyian polifoni sakra sering ditambahkan pula aksen maupun variasi nada disonan untuk membuat pergerakan setiap suara semakin dinamis. Tekstur musik ini disusun lebih menyatu agar kaya harmoni.

"Para komponis telah sungguh-sungguh membuat lagu yang menyentuh. Mereka telah disiplin membuat lagu-lagu tersebut," ujar Pastur Boli Udjan, Sekretaris Eksekutif KWI dalam acara "Konser Musik Gereja: Nyanyian Polifoni Sakra" di Gereja Katolik Santa Theresia Jakarta, Sabtu (25/7). Konser Musik Gereja ini merupakan persembahan paduan suara Cappella Victoria yang membawakan 9 buah lagu.

Dalam acara tersebut diperdengarkan karya-karya komposer-komposer besar yang sangat berpengaruh pada perkembangan polifoni sakra. Komposer-komposer besar tersebut antara lain Giovanni Pierluigi da Palestrina (1525-1594), Gregorio Allegri (1582-1652), dan Domenico Bartolucci (*1917). Mereka telah menciptakan banyak nyanyian polifoni sakra, antara lain Sicut cervus desiderat (salah satu karya paling terkenal dari Palestrina); Miserere mei, Deus karya Allegri yang terkenal dengan nada C tingginya; serta Ubi caritas dan O sacrum convivium karya Bartolucci.

Bartolucci dalam usianya yang ke-90-an, kembali mengutarakan impian utamanya yaitu "kembalinya" musik polifoni sakra Palestrina dan kantus Gregorian.

M6-09

*****

Mingguan "Hidup" | 26 Oktober 2008:























*****

Mingguan "Hidup" | 07 September 2008:


























Recordings


CD Kantus Gregorianus: "Per Mariam ad Jesum"
Diterbitkan oleh Schola Iacartensis dan Penerbit Kanisius
(mengisi empat nyanyian polifoni sakra)
Musica Studio | Minggu, 01 Juni 2008

Peristiwa Gembira:
- Ave Maria a4 (Tomas Luis de Victoria)

Peristiwa Sedih:
- Ave verum corpus a5 (Tomas Luis de Victoria)

Peristiwa-peristiwa Mulia:
- Regina caeli laetare a5 (Tomas Luis de Victoria)
- Ave regina caelorum a5 (Tomas Luis de Victoria)


*****


Victoria: Regina caeli laetare a5 (Cappella Victoria Jakarta)

Prima Pars - klip 1:


Prima Pars - klip 2:


Prima Pars - klip 3:


Secunda Pars - klip 1:


Secunda Pars - klip 2:


Secunda Pars - klip 3:


...

Concerts


"In Memoria Aterna: Sacred Polyphony of Rememberance"
St. Theresia Catholic Church, Jakarta
Saturday, 7th November 2009 | 08.00 p.m.

The 1st Session: Missa pro Defunctis | Giovanni Pierluigi da Palestrina
- Introitus: Requiem aeternam | Kantus Gregorian
- Kyrie | Palestrina
- Graduale: Requiem aeternam | Kantus Gregorian
- Offertorium: Domine Jesu Christe-Hostias | Palestrina
- Sanctus | Palestrina
- Banedictus | Palestrina
- Agnus Dei I-III | Palestrina
- Communio: Lux aeterna-Requiescant in pace | Kantus Gregorian

The 2nd Session: Psalmus Poenitentialis | Tenebrae Responsoria | Motecta | Hymnus
- Miserere mei, Deus | Gregorio Allegri [Versi: Original | Alfieri | Burney | Mustafa | Top C with simple 'abbelimenti']
- Caligaverunt oculi mei - Tenebrae Responsoria | Tommaso Ludovico da Vittoria
- Ave verum corpus | Tommaso Ludovico da Vittoria
- Iesu dulcis memoria | Tommaso Ludovico da Vittoria
- Justorum animae | Orlando di Lasso

Encore:
- Jesu rex admirabilis | Giovanni Pierluigi da Palestrina

*****

"Music written for the Sistine Chapel"
St. Theresia Catholic Church, Jakarta
Saturday, 25th July 2009 | 08.00 p.m.

The 1st Session: Hymni et Psalmi
- Ubi cáritas | Domenico Bartolucci
- Sicut cervus desíderat | Giovanni Pierluigi da Palestrina
- O sacrum convívium | Domenico Bartolucci
- Miserére mei, Deus (the 'Top C' version) | Gregorio Allegri

The 2nd Session: Missa Papæ Marcelli | Giovanni Pierluigi da Palestrina
- Kyrie a6
- Glória a6
- Credo a4-6
- Sanctus a6
- Benedíctus a4-6
- Agnus Dei I–II a6-7

Encore:
- Alma redemptoris Mater | Giovanni Pierluigi da Palestrina

*****

"Vesperae Beatae Virginis Mariae"
St. Theresia Catholic Church, Jakarta
Saturday, 18th October 2008 | 08.00 p.m.

The 1st Session: Cantica Beatae Virginis
- Dixit María | Hans Leo Haβler
- Ave María a4 | Tómas Luis de Victoria
- Ave verum corpus | Tómas Luis de Victoria

The 2nd Session: Vesperae Beatae Mariae Virginis
- Ave maris stella | Tómas Luis de Victoria
- Magníficat Primi Toni | Giovanni Pierluigi da Palestrina
- Salve regína | Francisco Guerrero






*****

The 12th "Cantate Domino" Concert
Cathedral of Assumption, Jakarta
Saturday, 23th August 2008 | 08.00 p.m.

- Ave María a4 | Tómas Luis de Victoria
- Alma redemptóris mater | Giovanni Pierluigi da Palestrina
- Non vos relínquam | William Byrd
- O sacrum convívium | Domenico Bartolucci
- Justórum ánimae | Orlandus Lassus

Repertoires


ROMAN SCHOOL:


Giovanni Pierluigi da Palestrin (1525-1594):
- Kyrie a6 (Missa Papae Marcelli)

- Gloria a6 (Missa Papae Marcelli)
- Credo a6 (Missa Papae Marcelli)
- Sanctus a6 (Missa Papae Marcelli)
- Benedictus a4-6 (Missa Papae Marcelli)
- Agnus Dei I-II a6-7 (Missa Papae Marcelli)
- Kyrie a5 (Missa pro Defunctis)
- Offertorium: Domine Jesu Christe-Hostias a4-5 (Missa pro Defunctis)
- Sanctus a5 (Missa pro Defunctis)
- Benedictus a5 (Missa pro Defunctis)
- Agnus Dei I-III a5 (Missa pro Defunctis)
- Sicut cervus desiderat [part 1-2]
- Alma redemptoris mater
- Exsultate Deo a5

- Hodie Christus natus est a8
- Hodie Christus natus est a4
- Haec dies a6
- Magnificat Primi Toni [Liber Primus]
- Jesu, rex admirabilis a3

Gregorio Allegri (1582-1652):
- Miserere mei, Deus a5-9 - 'the Top
C' version
- Miserere mei, Deus a5-9 - versions: Original, Alfieri's, Burney's, dan Mustafa's, 'the Top C' with simple 'abbelimenti' [edited by Cappella Victoria Jakarta, 2009]

Domenico Bartolucci (*1917):
- Kyrie (Missa de Angelis)
- Gloria (Missa de Angelis)
- Sanctus
(Missa de Angelis)
- Benedictus (Missa de Angelis)
- Agnus Dei (Missa de Angelis)
- Adeste fideles a5-6
- O sacrum convivium a4
- O memoriale mortis Domini a3

- O salutaris Hostia a3
- Ubi caritas a5-6

VENETIAN SCHOOL:

Giovanni Gabrieli (1557-1612):
- O magnum mysterium a8 [a cappella]


Ludovico da Viadana (1560-1627):
- Exsultate justi

SPANISH SCHOOL:

Tomas Luis de Victoria (1548-1611):
- Vidi speciosam a6
- Kyrie a4-6 (Missa Vidi Speciosam)
- Gloria a6 (Missa Vidi Speciosam)
- Credo a4-6 (Missa Vidi Speciosam)
- Sanctus a6 (Missa Vidi Speciosam)
- Benedictus a4-6 (Missa Vidi Speciosam)
- Agnus Dei a7 (Missa Vidi Speciosam)
- Tradiderunt me (Officium Hebdomadae Sanctae / Tenebrae Responsoria No.10)
- Caligaverunt oculi mei (Officium Hebdomadae Sanctae / Tenebrae Responsoria No.12)
- Passio secundum Joannem [
translated into 'Bahasa Indonesia' by Cappella Victoria Jakarta, 2007] (Officium Hebdomadae Sanctae)
- Vere languores nostro (Officium Hebdomadae Sanctae)
- Improperia: Popule meus (Officium Hebdomadae Sanctae)
- O magnum mysterium
- Jesu dulcis memoria
- Ave verum corpus a5
- Ave regina caelorum a5 [part 1-2]
- Regina caeli laetare a5 [part 1-2]
- Ave Maria a4
- Ave maris stella [estrofas impares]

Francisco Guerrero (1528-1599):
- Salve regina [2nd version]


FRANCO-FLEMISH SCHOOL:

Orlandus Lassus (1532-1594):
- Justorum animae a5


Jachet van Berchem (1505-1565):
- O Jesu Christe


Guillaume Dufay (1400-1474):
- Conditor alme siderum a3


Jacques Arcadelt (15141557):
- Ave Maria


ENGLISH SCHOOL:

William Byrd (1543-1623):
- Haec dies a6 (Cantiones Sacrae II, 1591, No. 32)

- Ave verum corpus (Gradualia I, 1605, Vol. 2 No. 5)
- Non vos relinquam a5 (Gradualia II, 1607, No. 37)
- Ego sum panis vivus (Gradualia II, 1607, No. 17)

Thomas Tallis (1505-1585):
- If ye love me


GERMAN SCHOOL:

Hans Leo Haessler (1564-1612):
- Dixit Maria



OTHERS:

VIII century:
- Introitus: Requiem aeternam - Missa pro Defunctis (Gregorian Chant)
- Graduale: Requiem aeternam - Missa pro Defunctis (Gregorian Chant)
- Communio: Lux aeterna - Missa pro Defunctis (Gregorian Chant)
- Alleluia. Rosa vernans (Gregorian Chant)

XIII century:
- Veni, veni Emmanuel a2


Sunday, 1 November 2009

Members


Cantus (Soprano):
- Patricia Jacqueline Virginia Mayori Tjiptana (joined: 2005)
- Maria Immaculata Lianita Suryanti Hadiwasono (2006)
- Benedicta Endang (2006)
- Yosephine Maria Riani Wirawinata (2007)
- Tasiana Cicely Martini (2007)
- Anastasia Maria Dhevianti Purnawan (2007)
- Dorothea Wiendariningsih Johansyah (2008)
- Fransisca Winny Letta (2008)
- Fransiska Tan (2008)
- Nathalia Suryatenggara (2009)

Altus (Mezo-Soprano & Alto):
- Yustina Suryanti (joined: 2005)
- Elisabeth Arianti Suryandari (2005)
- Maria Theresia Jenny Otita (2006)
- Josefa Erry Hardini (2006)
- Giacinta Marescoti Nelly (2007)
- Adriana Diah Ayu Widiantari (2008)
- Christina Nanik Susilowati (2008)
- Angela Merici Ariani (2009)
- Yohana Endah Mahanani (2010)

Tenor:
- Willigis Hans Martono Halim (joined: 2005)
- Reiner Fulgentius Ricky Indrawan (2006)
- Fransiskus Xaverius Suharno (2008)
- Bambang Wahyudi (2008)
- Fery Andrianus (2009)
- Daniel Noegroho (2010)
- Daniel Terry Wiharja (2010
- Ferry Agustinus Sunara (2010)

Bassus (Baritone & Bass):
- Herman Yoseph Tan (joined: 2005)
- Andreas Anderson Young (2005)
- Franciscus Joseph Adithya Pratama Ghozali (2005)
- Vincentius Agung Santoso (2006)
- Markus Adityo Prasidi (2006)
- Lounardus Saptopranolo (2007)
- Johannes Januar (2008)
- R. B. Dhani Iskandar Mesa (2009)